SMKN 2 PURBALINGGA

Jl. Raya Selaganggeng, Kec. Mrebet - Kab. Purbalingga

www.smkn2purbalingga.sch.id

NILAI DAN PERAN GURU DALAM MENUNTUN MURID MENJADI PELAJAR PANCASILA

Selasa, 11 Oktober 2022 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 930 Kali

Pendidikan merupakan bentuk kemerdekaan. Melalui pendidikan seseorang memerdekakan dirinya untuk terus belajar sesuai dengan kodratnya. Kodrat keadaan di Kabupaten Purbalingga dengan budaya sopan santun dan kekayaan kulier serta kesenian daerah. Kodrat zaman sekarang adalah zaman revolusi industri 4.0, dimana IT berkembang pesat di segala bidang. Pendidikan dengan memperhatikan kodrat keadaan murid akan membawa murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan bagi dirinya maupun bagi masyarakat.

Guru menuntun murid sesuai kodratnya dengan bakat dan minat masing-masing untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Guru mempersiapkan pembelajaran dengan berbagai media sehingga dapat meningkatkan motivasi dan penalaran kritis murid. Guru harus memiliki nilai berpihak pada murid, guru merancang kegiatan yang berpusat pada murid. Hal ini akan menjadikan murid menjadi lebih termotivasi untuk terus belajar. Pada Kurikulum Merdeka menekankan karekter murid sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Profil Pelajar Pancasila sebagai acuan utama standar kompetensi lulusan (SKL) dan dan dijadikan pedoman bagi setiap guru. Profil Pelajar Pancasila adalah gambaran dan harapan bahwa murid dimasa depan. Menurut Dharma Aditya mengemukan bahwa, “Profil Pelajar Pancasila mengandung enam dimensi yang kesemuanya berakar pada falsafah Pancasila: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) Mandiri; (3) Bergotong-royong; (4) Berkebinekaan global; (5) Bernalar kritis; (6) Kreatif”. Lebih lanjut Dharma Adity mengemukan bahwa, “Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila”. Guru menuntun murid untuk menumbuhkan profil Pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila ditanamkan melalui pembelajaran secara eksplisit dan mengikat pada mata pelajaran matematika. Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter murid sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pada pembelajaran Profil Pelajar Pancasila, guru harus mengenali dan menjalankan profil ini terlebih dahulu. Keteladanan guru dalam menetapi Profil Pelajar Pancasila pasti akan dilihat dan dipelajari oleh murid. Guru selain mengajar sesuai mata pelajaran, juga harus fokus pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila.

 

Pelaksanaan pembelajaran P5 di SMKN 2 Purbalingga

Gambar 1: Kegiatan Diskusi dan presentasi hasil diskusi

Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 2 Purbalingga dijalankan secara eksplisit oleh guru-guru secara kolaboratif.  Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila diajarkan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) yang dialokasikan sekitar 30% (tiga puluh persen) total JP per tahun. Hal ini sesuai dengan struktur kurikulum merdeka Struktur kurikulum SMK/ MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: (1) Pembelajaran intrakurikuler, (2) Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dialokasikan dari total JP mata pelajaran umum dan beberapa mata pelajaran pilihan per tahun. Penjadwalan pelajaran terbagi menjadi 2 (dua) yaitu minggu 1 sd 3 dan minggu ke-4, projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) berada di minggu ke-4. Pada minggu ke-4 murid berusaha menyelesaikan projek dituntun oleh guru pengajar P5 berkolaborasi dengan guru lain sehingga projek terselesaian dengan baik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) mempuyai koordinator untuk tiap kelasnya. Koordinator P5 membuat modul (P5) kemudian berkoordinasi dengan seluruh fasilitator P5 agar dapat mendampingi murid dalam menyelsaikan projeknya. Satu koordinator P5 mengkoordinasikan guru pengampu dalam tiap 2 rombongan belajar.

 

Tema Gaya Hidup Berkelanjutan

Berdasar pada dimensi dan elemen profil pelajar Pancasila dan mengangkat tema „Gaya Hidup Berkelanjutan‟, projek dengan topik SMK Negeri 2 Purbalingga Berhias (Bersih, Hijau, Asri, Dan Sehat). Murid dituntun oleh guru untuk permasalahan lingkungan yang ada di sekitar sekolah dilanjutkan merencanakan program untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang ada. Setelah perencanaan dibuat maka di teruskan dengan pelaknaan program yang telah direncanakan oleh murid. Projek diakhiri dengan tahap bagikan, dimana Murid memotivasi kepada warga sekolah untuk menerapkan gaya hidup bersih, hijau, asri dan sehat.

Gambar 2: Penaman Toga

 

Tema Kearifan Lokal

Guru menuntun murid dengan diskusi kelompok untuk menganalisis kuliner atau makanan Khas lokal yang ada di Purbalingga. Kemudian murid secara berkolaborasi merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk meneliti, mempromosikan dan membuat macam-macam makanan tersebut. Pada akhir projek murid menampilkan hasil karya mereka kepada warga

 

Gambar 3: Pelaksanaan Bazar makanan khas

sekolah dalam bentuk kegiatan Bazar makanan khas tradional untuk mengenalkan, mempromosikan, mengkreasikan dan merasakan langsung makanan khas tradisional dari daerah Purbalingga. Tidak lupa mereka diminta memanfaatkan teknologi komunikasi dan media sosial mereka untuk mempromosikan dan mengajak warga sekolah secara khusus dan masyarakat luas secara umum untuk melestarikan dan mencintai makanan khas tradisional.

 

Tema Kebekerjaan

Projek keberkerjaan sangat cocok untuk diterapkan di SMK, dimana SMK menyiapkan murid untuk menjadi tenaga terampil dan siap kerja. Pada projek ini guru menuntun murid untuk membangun impian murid di masa depan. Kemudian membekali mereka dengan cara pembuatan surat lamaran, membuat kurikulum vitae, litelasi digital serta kemampuan berkominukasi yang efektif. Pada projek ini disiapkan simulasi penerimaan pegawai dari berbagai perusahaan multi nasional dan guru berperan sebagai HRD. Murid melaksanaakan pendaftaran pegawai mulai dari membuat surat lamaran sampai dengan wawancara dan pengumuman penerimaan pegawai.

Gambar 4: Simulasi Mencari kerja

Pelaksanaan pembelajaran P5 dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru-guru yang mengampu P5 dan pihak terkait. Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok dalam menyelesaikan projeknya. Murid diskusi dan bekerja sama dalam satu kelompok, murid mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas dan menerima pertanyaan dan dan saran dari kelompok lain.  Pembelajaran P5, murid sebagai subjek pembelajaran dan guru menuntun murid menyelesaikannya. Guru memfasilitasi pelaksanaan dan penyelesaian projek murid. Di setiap akhir projek guru dan murid mengevaluasi pelaksanaan projek yang sudah dilaksanakan.

Pembelajaran P5, saya merasakan potensi dan minat murid sangat luar biasa. Mereka mampu menganalis keadaan sekitar. Saya merasa senang, mereka mampu membuat produk kulier daerah dan tidak malu untuk memasarkannya pada saat bazar. Mereka juga mampu untuk memanfaatkan media sosial dan IT dalam mempromosikan kluliner daerah. Saya makin percaya mereka mampu untuk bermasyarakat dengan baik, hal ini dapat dilihat saat mereka berdiskusi dengan baik.

Pada pelaksanaan pembelajaran P5 ada hal-hal yang perlu ditingkatkan. Perlu edukasi literasi digital dan penggunaan media sosial yang sehat. Perlu pelatihan pemasaran daring dan cara foto produk yang baik. Pelestarian lingkungan perlu ditingkatkan penghijaunannya di masyarakat lingkungan sekolah. Pada projek kebekerjaan dilakukan simulasi mencari kerja, belum ada narasumber yang sukses berwirausaha. Murid perlu menelaah wirausahawan muda yang ada di Purbalingga atau mendatangkan alumni yang berhasil berwirausaha sehingga akan meningkatkan motivasi murid untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.

Kesan murid pada pembelajaran P5 yang dilaksanakan SMKN 2 Purbalingga. “kami merasa senang dengan pembelajaran P5, projek yang paling disukai adalah kurliner daerah dan kami suka bekerja dalam kelompok karena lebih cepat selesai dan bisa bekerja sama“ kata Eka rahmawati. Muhammad Gallant mengatakan bahwa “saya merasa senang dalam pembelajaran P5 dan saya senang tugas kelompok karena kita bisa menyampaikan pendapat”. Lebih lanjut Fadila Q, mengatakan bahwa “saat presentasi merasa malu tetapi saya harus bisa percaya diri”.

Link Testimoni murid: https://youtu.be/exS6iuQxRGM

 

Sumber:

Dharma Aditya. (2022). Paket Modul 1, Paket Modul 1: Paradigma dan Visi Guru Penggerak Modul 1.2 “Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak”. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Fatmawati Ika, dkk. (2022). Modul P5 SMK Negeri 2 Purbalingga. Purbalingga: SMK Negeri 2 Purbalingga.

 

Penulis : Luqman Abdul Aziz, S.Pd

Editor : Fajar Dwi Pamuji, S.Pt

Pelajar Pancasila Peran Guru Smkn 2 Pbg Smkn 2 Purbalingga Smakda

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT